Cara Kerja
Alur Kerja Sederhana, Tapi Strategis. Kamu nggak butuh proses ribet.
Kamu butuh alur yang jelas, masuk akal, dan bisa dijalankan dari rumah.
1. Mulai dari Tujuan, Bukan Tools
Sebelum bicara website, desain, atau platform, kita mulai dari arah. Aku bantu kamu menjawab:
- Website ini mau dipakai untuk apa?
- Targetnya personal brand atau bisnis?
- Mau fokus trust, penjualan, atau jangka panjang?
Hasil tahap ini: arah yang jelas, bukan sekadar “punya website”.

2. Susun Struktur & Alur Digital
Setelah tujuan jelas, kita bangun kerangkanya. Yang disiapkan:
- Struktur halaman (Home, Services, Cara Kerja, dll)
- Alur pengunjung dari datang → paham → percaya
- Penempatan CTA yang masuk akal (nggak maksa)
Hasil tahap ini: website rapi, terstruktur, dan enak dinavigasi.

3. Bangun Website yang Siap Dipakai
Di tahap ini, website mulai diwujudkan. Fokusnya:
- Tampilan bersih & profesional
- Responsive (aman dibuka dari HP)
- Mudah dikelola sendiri (tanpa ribet teknis)
Hasil tahap ini: website hidup, bukan pajangan.

4. Optimasi Dasar & Kesiapan Tumbuh
Website bukan tujuan akhir — dia aset. Yang dipastikan:
- Struktur SEO dasar aman
- Siap dipakai untuk konten, produk, atau affiliate
- Bisa dikembangkan tanpa bongkar ulang
Hasil tahap ini: website rapi, terstruktur, dan enak dinavigasi.

Cocok untuk Siapa?
Pendekatan ini cocok untuk kamu yang berprofesi sebagai: ibu rumah tangga, pemula, eks. mantan karyawan, pebisnis (perempuan) dimana sistemnya lebih rapi, ingin website berfungsi, bukan sekedar “ada”.
Siap Mulai?
Kalau kamu ingin membangun website dengan pendekatan yang terarah dan realistis, langkah pertama selalu sama:
